//
you're reading...
Analisis Gerak Menggunakan Vektor

Mana Yang Akan Sampai Ke Tanah Terlebih Dahulu, Kertas Atau Rumah?

Mana Yang Akan Sampai Ke Tanah Terlebih Dahulu, Kertas Atau Rumah?

  1. PENGANTAR

Bila dua benda yang memiliki massa yang berbeda dijatuhkan dari ketinggian yang sama dengan kecepatan awal sama dengan nol. Benda manakah yang sampai di tanah duluan? Ekstrimnya, misalkan ada secarik kertas dan sebuah rumah jatuh bebas (atau dengan kecepatan awal sama) dari ketinggian yang sama (1 km di atas permukaan tanah misalnya) dan tidak ada gaya gesek dan gaya luar lainnya yang mengganggu, manakah yang akan sampai ke tanah terlebih dahulu? Hmm…. Atau, bagaimana jawaban kalian jika pertanyaan itu ditujukan kepada kalian? Yuk, kami ikuti terus tulisan ini. Kami mencoba mencari tahu apa kira-kira jawaban orang pada umumnya, dan apa jawaban sesungguhnya, dan sekaligus kami mencoba membuktikannya.

  1. SURVEY PENDAPAT / HIPOTESA ORANG

Kami melakukan survey ke beberapa orang untuk mengetahui jawaban awal rata-rata orang. Sebagai alat / bahan bantu, kami menggunakan dua benda yang berbeda massa tentunya, yakni tissu basah dan kotak pensil. Tentunya bisa dikira sendiri mana yang punya massa yang lebih besar, dan otomatis beratnya lebih besar juga. Sedang kalimat pertanyaannya adalah:

Antara 2 benda ini, benda mana yang akan sampai tanah duluan jika dijatuhkan pada ketinggian yang sama dan kecepatan awal yang sama (benda jatuh bebas)?

Dan jawaban orang-orang dapat dilihat dari tabel di bawah ini!

w1

Dari 10 orang yang kami wawancarai, dapat disimpulkan bahwa semua orang memilih tissue basah yang akan sampai ke tanah terlebih dahulu jika dijatuhkan dari ketinggian yang sama. Alasannya, kebanyakan akibat massa tissue basah lebih besar dari massa kotak pensil. Walaupun hasil pengukuran kami, massa tissue basah lebih kecil dari massa kotak pensil. Hmm… Berarti bentuk dan ukuran benda bisa menipu juga ya… Padahal, massanya jika diukur bisa tidak sesuai perkiraan persepsi mata.

3. PEMBUKTIAN

Untuk membuktikan mana jawaban yang benar, kami menggunakan dua metode, yakni metode praktik terukur dan yang kedua metode perhitungan menggunakan rumus.

A. Pembuktian Dengan Metode Praktik

  • Alat dan bahanw2
  • Langkah Percobaan

1)      Mengukur massa benda yang dijadikan objek.

20130828_102949

2)      Mengukur ketinggian benda dari tempat untuk menjatuhkannya.

20130828_104622

3)      Melakukan uji coba :

–          Benda 1 dijatuhkan dari ketinggian sebanyak 5 kali. Waktu dicatat setiap benda jatuh dengan menggunakan stopwatch.

20130828_105006

–          Mengambil rata-rata waktu dari setiap kali penjatuhan.20130828_105022

–          Benda 2 diberi perlakuan yang sama seperti benda 1.

4)      Mencatat setiap hasil uji coba.

5)      Setiap uji coba didokumentasikan.

w3

Kesimpulan metode praktik

1)      Benda 1 : Benda 1 dengan massa 19 gram dijatuhkan dari ketinggian 180 cm, memakan waktu kurang lebih 0,42 s.

2)      Benda 2 : Benda 2 dengan massa 24,7 gram dijatuhkan dari ketinggian 180 cm, memakan waktu kurang lebih 0,81 s.

Dari data di atas, jika di rata-rata waktu benda jatuh kebawaha dalah 0,615 s. Dari hasil uji coba tersebut dapat disimpulkan bahwa benda jatuh dengan luas permukaan yang lebih lebar akan lebih lama jatuh daripada yang permukaannya kecil akibat adanya gaya gesekan yang lebih besar.

B. Dengan Metode Perhitungan

Dengan metode ini, kami membutuhkan rumus GLBB yang telah kami pelajari di pelajaran fisika kelas X kemarin. Maka detil perhitungannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

w4

Kesimpulan metode rumus

Ternyata saat kami hitung dengan rumus, hasilnya :

t1 = 0,606 s dan t2 = 0,606 s

Ini berarti bahwa kedua benda akan jatuh bersamaan waktunya. Tidak peduli bahwa massanya berbeda, bentuk dan ukurannya juga berbeda. Wow…..

3. KESIMPULAN

Jadi,menurut hipotesa awal yang lebih cepat jatuh adalah benda 1 (tissue basah).Ternyata setelah dihitung dengan menggunakan rumus t =  , kita mendapatkan hasil t1 = 0,606 s dan t2 = 0,606 s juga.Yang berarti kedua benda jatuh dengan kecepatan yang sama karena massa benda tidak mempengaruhi kecepatan benda jatuh dan gaya gravitasi.

Dari praktek, benda 1 memakan waktu kurang lebih 0,42 s. Sedangkan benda 2 memakan waktu kurang lebih 0,81 s. Perbedaan waktu saat praktik dengan menggunakan rumus disebabkan karena adanya sedikit gangguan seperti gaya gesekan yang disebabkan oleh udara, atau bisa juga karena faktor human error, artinya kesalahan pada pengamatan mata.

Berarti, bagaimana dengan secarik kertas dan sebuah rumah tadi? Ternyata, kalau tidak ada gaya luar, maka keduanya juga akan jatuh dalam selang waktu yang sama, artinya sampai di tanah secara bersamaan. Sangat ekstrim bukan?

4. PENUTUP

Sekian penelitian sederhana dari kami, siswa kelas XI IPA1 SMA Marsudirini Bogor, Tahun Pembelajaran 2013/2014, semester 1. Penelitian ini kami lakukan untuk memenuhi tugas terstruktur Mata Pelajaran Fisika dari guru kami Pak Setyo. Semoga tulisan ini bermanfaat, setidaknya bagi kami semua. God Bless…

5. LAMPIRAN 

Di bawah ini adalah corat-coret kami saat praktik. Ini sebagai bukti bahwa penelitian kami ini adalah orisinil.20130904_09165120130904_091640

20130904_091623

6. KELOMPOK PENELITI

20130904_091746

Ketua              : Luisa Maria Wynne (mencatat dan mengetik hasil laporan)

Anggota          :

–          Valensia Chandra (Menimbang massa dan mengukur waktu)

–          Gabriela Carissa (Dokumentasi dan survey hipotesa awal)

–          Thomas Marcelindo Gunawan (Survey hipotesa awal dan praktek)

w5

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: